Rabu, 27 Juli 2022

"GEN-X, SILATURAHMI MENGHARAP DO'A MENGEJAR MIMPI...


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh,

Apa yang para guru rasakan jika dikunjungi para muridnya terdahulu? Rasa bahagia? Rasa haru?Ya, tentu saja. Begitulah rasa yang menerpa di hati ini.

Sebagai pendidik, ada rasa bahagia sekaligus haru ketika para muridnya meluangkan waktu untuk mengunjungi sekolah tempat mereka dahulu bermain dan belajar sekian tahun yang lalu. Apalagi jika mengetahui bahwa para muridnya terdahulu masih dalam keadaan sehat dan berhasil melanjutkan sekolah sebagai calon mahasiswa pada perguruan tinggi ternama.  Guru yang berhasil salah satu parameternya tentu saja jika ia mampu membimbing dan menghasilkan murid yang memiliki kecerdasan dan wawasan lebih dari dirinya.

Momen itu tibalah jua, tepatnya Selasa, 26 Juli 2022.  Lebih kurang pukul setengah tiga sore, kami dikunjungi oleh para alumni SD AL HANIEF Angkatan 10 yang dikenal dengan nama "Gen-X".  Sebanyak 22 orang tiba di sekolah meskipun tidak berbarengan sekaligus.  Mereka ini adalah lulusan pada tahun pelajaran 2016/2017.  Saat mereka masih duduk di bangku SD, terbagi menjadi dua kelas yakni 6A dengan walasnya Ms.Dewi Kumbarawati atau biasa dipanggil Ms.Wiwi (Al Fatihah untuk almarhumah, semoga Allah tempatkan beliau di Surga-Nya...aamiin🤲), sedangkan 6B walasnya adalah saya sendiri (mr. Imam Santoso).  Saat itu mereka seluruhnya berjumlah 36 orang.

Sejujurnya, ini adalah bukan kali pertama kami dikunjungi oleh para alumni murid.  Namun, istimewanya adalah ini merupakan kunjungan yang terbanyak dari satu angkatan alumni.  Kami, pihak sekolah utamanya guru sangat respek dan mengapresiasi atas kekompakan mereka menjalin silaturahim selama ini sehingga mampu hadir di sekolah lebih dari separuhnya.

Jangan ditanya soal postur mereka.  Hampir semua terutama laki-lakinya memiliki tinggi badan yang menjulang.  Sampai saya sendiri (walas mereka dahulu) seperti berada di komunitas para raksasa...😁lihat saja tuch foto-fotonya..😃.  Meskipun begitu, dari wajah kami masih mengenali mereka meskipun ada satu dua yang wajahnya rada-rada pangling dibandingkan saat SD dahulu.

Temu kangen dengan mereka kami pusatkan di aula sekolah.  Ini mengingatkan sekaligus membangkitkan kenangan mereka akan masa-masa saat beraktivitas di aula.  Obrolan santai dengan mereka sekaligus juga mereka menginformasikan dimana akan melanjutkan kuliah terasa sangat membuat kami sangat bersyukur.  Betapa tidak, mereka yang dahulunya mesti berjuang belajar dan mendapatkan nilai maksimal kini mulai menuai hasil.  Yang membuat kami tersenyum-senyum yakni ketika salah satu dari mereka masih mampu mengingat dan menceritakan ulang kejadian-kejadian yang menghebohkan waktu SD dahulu.😉

Kami pun sedikit banyak juga jadi mengingat-ingat bagaimana mereka saat masih beraktivitas di sekolah bersama kami.

 

Anak-anak hebat...👏👏

Melihat kondisi dan pencapaian pendidikan mereka saat ini, semakin menguatkan kami para guru bahwa sejatinya masa-masa di sekolah dasar adalah momen yang krusial dan sangat tepat untuk pembinaan karakter dan pembiasaan perilaku baik. Mengenai pencapaian target materi pelajaran dan nilai di atas kertas ulangan bukanlah tujuan utama meskipun jangan juga sampai terabaikan.

Karena fakta telah membuktikan bahwa beberapa dari mereka yang dahulunya saat SD terlihat kesulitan dalam menggapai nilai maksimal namun kini dapat menunjukkan diri bahwa mereka bisa membuat kami bangga.  Tentu ini juga berkat tangan-tangan hebat para guru yang mendidiknya saat di bangku sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas.  Setiap guru memiliki peran masing-masing yang insya Allah saling melengkapi antar jenjangnya.   Juga semua itu berkat didikan orang tua mereka dan mungkin juga itu disebabkan kebaikan-kebaikan yang telah mereka lakukan dengan ikhlas.

 

Sekedar informasi inilah kampus pendidikan Gen X saat kuliah nanti:

  1. Nayla CarrisaUI Jakarta (komunikasi)

 2. Ghaina Zulaicha Satyagraha THUAS, Den Hagg Belanda (Finance)

 3. Rara ITS Surabaya (Arsitektur)

 4. Ata ITB Bandung (SITHR)

 5. Allya IPB Bogor (Ilmu Komputer)

 6. Lita UNAIR Surabaya (Ilmu Komunikasi)

 7. Najwa masih belum tentukan

 8. Aisha UNESA Surabaya (Ilmu Komputer)

 9. Intan ANDALAS Padang (Sastra Inggris)

10. Raisya UPN Jakarta (Komunikasi)

11. Kayla BINUS Jakarta (Data Science)

12. Manika Cahya Lestari UNDIP Semarang (Teknologi Pangan)

 

13. Ghazy Danendra Satyagraha HAN UNIVERSITY Belanda (International Business)

14. Fatih Najwan MS UNDIP Semarang (Teknik Komputer)

15. Rizqi Andhika Widianto UNAIR Surabaya (Manajemen Bisnis)

16. Galang Nusantara UNDIP Semarang (Manajemen)

17. Raditya Ihsan Ananta ITB (Teknologi Industri)

18. Luthfan Arif Qashmal ITS ( Teknik Mesin)

19. M. Krishna Abyan TELKOM (Bisnis Digital)

20. Desta Alif Irawan Politeknik Negeri Jember (Mesin Otomotif)

21. Rafid Zaidan UNPAD (Hukum)

22. Raymont Erlangga S UPN (Hukum)

23. M. Saddad Rabbany AM UNDIP (Teknik Perkapalan)

24. Fayyazaki Haikal W BINUS (Ilmu Komputer)

25. M. Fazli Alaya BRAWIJAYA (Manajemen Perhotelan)

26. Mikail Arayas TELKOM Bandung (Informatika)

27. Raihan Nuzul A UNPAD Bandung (Teknologi Pangan)

28. M. Martiza Ghitansyah BRAWIJAYA Malang (Fasilkom) 

29. Kuncoro Wastuwibowo 》UPN Yogya (Akuntansi, Smtr 3)

30. Adhi Pavianto Prasedyo》UPI Bandung (Teknik Elektro) 


 

Terima kasih ya Allah atas anugerah yang Engkau berikan kepada murid-murid kami ini.  Semoga Engkau senantiasa membimbing, menjaga, dan memberkahi murid-murid kami ini dalam perjalanan kuliah mereka sehingga ilmu yang mereka peroleh kelak memberikan kemuliaan kepada agama dan negara...aamiin.

 

**setiap diri adalah berbeda.  Biarkan kami mengukir jejak-jejak kami sendiri.  Yang kami butuhkan adalah dukungan bukan tuntutan.  Do'a yang tulus dan kepercayaan adalah pondasi kami.  Biarkan kami terbang tinggi, tanpa melupakan tanah tempat berpijak.**

*isantpenyair*

 

Wassalam

 

 

Penerus Sang Guru...Satu Almamater UNDIP (Fatih, Galang, Saddad)


Tetap kompak dan semangat menjadi manusia bermanfaat


 

 

0 komentar:

Posting Komentar