Menjadi Penulis Produktif

Beberapa tips bagaimana anda bisa menjadi seorang penulis yang produktif

Seminar Online SAGUSAVI 2020

Kanal SAGUSAVI mengadakan Seminar Nasional Online dengan Tema "Bangkit LAwan Corona, Guru Harus Terus Belajar dan berkarya"

Pelatihan Online SAGUSABLOG Dasar Angkatan 40

Sagusablog yang merupakan salah satu kanal IGI mengadakan pelatihan online angkatan ke-40 yang diselenggarakan pada tanggal 8-14 Mei 2020

Pelatihan Online SAGUSABLOG Lanjutan Angkatan 43

Sagusablog yang merupakan salah satu kanal IGI mengadakan pelatihan online tingkat lanjut angkatan ke-43 yang diselenggarakan pada tanggal 01-07 Juli 2020

Rabu, 29 Juli 2020

IPS Kelas V : Mengenal 5 Pulau Besar di Indonesia


5 Pulau Terbesar di Indonesia – Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di Dunia yang memiliki puluhan ribu pulau. Menurut CIA world Factbook, Indonesia memiliki luas wilayah 1,904,569 km2 dengan jumlah pulau sebanyak 17,508 pulau. 3 pulau diantaranya dibagi menjadi dua atau tiga wilayah negara. Pulau Papua yang merupakan pulau terbesar kedua di dunia ini dibagi menjadi 2 wilayah Negara dimana bagian baratnya dikuasai oleh Indonesia dan bagian Timur dikuasai oleh Papua Nugini. Pulau Timor juga dibagi menjadi 2 wilayah yang bagian baratnya merupakan salah satu Provinsi Indonesia yaitu Nusa Tenggara Timur dan bagian timurnya adalah Negara Timor Leste. Sedangkan Pulau Kalimantan dikuasai oleh 3 Negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Indonesia merupakan negara yang berbentuk kepulauan. Pulau- pulau yang ada di Indonesia jumlahnya sangat banyak, yakni mencapai 17.000 pulau. Diantara pulau- pulau yang ada di Indonesia ada pulau yang besar dan ada pula pulau yang kecil. Pulau- pulau besar di Indonesia bahkan masuk ke dalam pulau terbesar di dunia.  Sementara pulau- pulau kecil banyak yang sudah berpenghuni maupun yang belum berpenghuni  bahkan belum bernama. Pulau- pulau di Indonesia baik pulau yang besar maupun yang kecil memiliki kekayaan alam, seperti barang tambang dan juga kekayaan akan sumber daya alam serta flora dan fauna.
Selain kekayaan alam, keindahan alami yang dimiliki oleh pulau- pulau di Indonesia juga tidak bisa kita ragukan lagi. Oleh karena sangat berharganya pulau- pulau di Indonesia, tidak jarang terjadi rebutan pulau antara Indonesia dan negara tetangga untuk memiliki pulau tersebut. Bahkan salah satu pulau terindah di dunia pun ada di Indonesia, yakni Pulau Bali. Namun pada kesempatan kali ini kita tidak akan membicarakan  mengenai pulau Bali maupun pulau yang indah. Yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini adalah mengenai pulau-pulau yang paling besar di Indonesia, khususnya yang masuk ke dalam 5 Pulau Terbesar di Indonesia.

Dari jajaran pulau – pulau terbesar di dunia, tahukan berapa banyak pulau yang ada di Indonesia. Setidaknya pulau terbesar di peringkat pertama dan kedua ada di Indonesia, yakni Pulau Kalimantan dan Pulau Papua. Selain kedua pulau tersebut masih ada pulau- pulau lain yang masuk kategori besar di Indonesia. Kita akan menyebutkan 5 pulau yang paling besar dan sering dinamakan gugusan pulau Sunda Besar. Pulau- pulau tersebut antara lain:

5 Pulau Terbesar di Indonesia

Berikut ini adalah 5 (lima) pulau terbesar di Indonesia beserta luas wilayah dan provinsi-provinsi yang terletak di pulau tersebut serta jumlah penduduknya :

Pulau PapuaPulau Papua

Sebutan lain                       : New Guinea
Luas Wilayah                      : 786.000 km2 (termasuk wilayah Papua Nugini)
Puncak Tertinggi               : Puncak Jaya
Ketinggian Tertinggi        : 4.884 m
Jumlah Penduduk            : 3.593.903 jiwa (hanya data penduduk Indonesia)
Provinsi                               :
– Papua
– Papua Barat
Keterangan                        : Bagian Barat wilayah NKRI, Bagian Timur wilayah Negara Papua 
                                               Nugini

Pulau terbesar Indonesia yang pertama adalah Papua. Sebenarnya apabila dilihat dari pulau secara utuh, pulau ini sangat besar. Namun pulau ini dibagi atas wilayah 2 negara yakni Papua Indonesia dan Papua Nugini. Nah, wilayah Papua Indonesia merupakan pulau yang berada di ujung timur Indonesia. Pulau ini sangat eksotis karena banyak sekali nilai tradisional yang masih bertahan dan belum terlalu banyak tersentuh kemodernan. Beberapa informasi mengenai pulau ini antara lain sebagai berikut:
Pulau Papua merupakan pulau yang sangat berharga. Mengapa? Disamping karena kekayaan budayanya, pulau ini juga merupakan tambang emas yang bahkan terbesar di dunia. Pulau ini sangat berkontribusi dalam kemajuan perekonomian Indonesia melalui PT. Freeport Indonesia yang bergerak dalam bidang tambang emas.


Pulau Kalimantan (Borneo)Pulau Kalimantan

Sebutan lain                       : Borneo
Luas Wilayah                    : 743.330 km2 (termasuk wilayah Malaysia & Brunei)
Puncak Tertinggi               : Kinabalu
Ketinggian Tertinggi        : 4.095 m
Jumlah Penduduk            : 13.787.831 jiwa (hanya data penduduk Indonesia)
Provinsi                               :
– Kalimantan Barat
– Kalimantan Tengah
– Kalimantan Selatan
– Kalimantan Timur
– Kalimantan Utara
Keterangan                        : Bagian Selatan wilayah NKRI, Bagian utara wilayah Malaysia dan 
                                            Brunei.

Selanjutnya yang menjadi pulau terbesar kedua di Indonesia adalah Pulau Kalimantan atau Borneo. Pulau ini tidak hanya dinaungi satu negara saja yakni Indonesia, namun beberapa negara lain seperti Malaysia, dan Brunei Darussalam. Pulau ini merupakan pulau terbesar di dunia. Beberapa informasi mengenai pulau Kalimantan antara lain sebagai berikut:
  • Luas Pulau: 743.330 meter persegi (termasuk negara Malaysia dan Brunei Darussalam)
  • Kepadatan: 28,59 jiwa/km persegi
Pulau Kalimantan merupakan pulau yang sangat kaya, karena tidak hanya memiliki banyak jenis hutan hujan tropis namun juga bermacam-macam barang tambang. Adapun beberapa hasil tambang yang dihasilkan dari Pulau Kalimantan antara lain Intan.


Pulau SumateraPulau Sumatera

Sebutan lain                       : Andalas
Luas Wilayah                      : 443.065 km2
Puncak Tertinggi               : Kerinci
Ketinggian Tertinggi        : 3.805 m
Jumlah Penduduk            : 50.630.931 jiwa (statistik BPS tahun 2010)
Provinsi                               :
– Aceh
– Sumatera Utara
– Sumatera Barat
– Riau
– Kepulauan Riau
– Jambi
– Sumatera Selatan
– Kepulauan Bangka Belitung
– Lampung
– Bengkulu.


Pulau terbesar ketiga di Indonesia adalah Pulau Sumatera. Jika Papua berada di ujung Timur maka Pulau Sumatera berada di ujung barat wilayah  Indonesia. Pulau ini berbentuk memanjang dari utara ke selatan. Pulau Sumatera merupakan pulau terbesar di dunia. Pulau ini memiliki banyak sekali kekayaan alam yang berupa flora fauna maupun barang tambang. Beberapa informasi mengenai pulau ini antara lain:
Sebagian besar penduduk pulau Sumatera bekerja sebagai petani yang mengerjakan tanaman perkebunan. Hasil kebun yang sangat terkenal dan menjadi komoditas ekspor di Sumatera adalah Kopi, sawit dan lain sebagainya. Pulau ini dibagi menjadi beberapa provinsi seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Lampung.


Pulau SulawesiPulau Sulawesi

Sebutan lain                       : Celebes
Luas Wilayah                      : 174,600 km2
Puncak Tertinggi               : Rantemario
Ketinggian Tertinggi        : 3.478 m
Jumlah Penduduk            : 17.371.782 jiwa (statistik BPS tahun 2010)
Provinsi                               :
– Sulawesi Utara
– Sulawesi Barat
– Sulawesi Tengah
– Sulawesi Selatan
– Sulawesi Tenggara
– Gorontalo

Pulau selanjutnya adalah Pulu Sulawesi. Pulau Sulawesi merupakan pulau yang memiliki luas tersempit kedua setelah Jawa. Pulau ini berada di Indonesia bagian timur. Pulau ini memiliki bentuk yang unik yang menyerupai huruf K atau R. Pulau ini memiliki banyak kekayaan alam, yakni sebagai sentranya rempah- rempah bersama engan Provinsi Maluku. Beberapa informasi mengenai pulau Sulawesi antara lain sebagai berikut:
Pulau Sulawesi merupakan pulau yang memiliki peran banyak dalam perdagangan di Indonesia. Selain itu keanekaragaman flora dan fauna juga ditemukan di pulau ini. Pulau Sulawesi dibagi menjadi 5 provinsi, yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Sulawesi juga merupakan pulau yang memiliki banyak tambang.


Pulau Jawa IndonesiaPulau Jawa

Sebutan lain                       : Java
Luas Wilayah                      : 126.700 km2
Puncak Tertinggi               : Semeru
Ketinggian Tertinggi        : 3.676 m
Jumlah Penduduk            : 136.610.590 jiwa (statistik BPS tahun 2010)
Provinsi                               :
– Banten
– DKI Jakarta
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– Jawa Timur
– Yogyakarta


Salah satu pulau terbesar di Indonesia adalah Pulau Jawa. Diantara kelima pulau, Jawa merupakan pulau yang paling kecil. Namun meskipun secara luas wilayah Pulau Jawa yang paling kecil, pulau ini merupakan pulau yang paling padat penduduknya. Penduduk yang tinggal di Pulau Jawa sebanyak 60% dari total penduduk Indonesia. Berikut ini merupakan beberapa informasi mengenai pulau Jawa:

Pulau Jawa adalah pulau yang luar biasa. Pulau ini merupakan pusat pemerintahan dan sebagian besar orang- orang penting atau yang memiliki peran di Indonesia berasal dari Pulau Jawa ini. Pulau Jawa meskipun padat penduduk namun tetap memiliki hutan yang berfungsi sebagai penyeimbang alam. Pulau ini dibagi atas 6 provinsi yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selasa, 28 Juli 2020

Menyederhanakan, Membandingkan, dan Mengurutkan Bilangan Pecahan



Cara Menyederhanakan Pecahan
  • Metode 1: Membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan bulat positif yang sama secara berulang-ulang sampai tidak dapat dibagi lagi.

Rabu, 22 Juli 2020

Materi IPA Kelas 5: Organ Gerak Hewan




ORGAN GERAK HEWAN

Pengertian Organ Gerak
  • Organ gerak adalah sistem dalam tubuh yang berguna untuk melakukan berbagai aktivitas seperti berlari, berjalan, menari, melompat, dan sebagainya.

Selasa, 21 Juli 2020

Bahasa Indonesia Kelas 5: Materi Gagasan Pokok


Pengertian Gagasan Pokok atau Ide Pokok Serta Ide Penjelas

 
  • Gagasan pokok atau ide pokok adalah ide atau gagasan yang menjadi pokok pengembangan paragraf. Ide pokok ini terdapat dalam kalimat utama

Kamis, 16 Juli 2020

POWERPOINT PJJ SD

Jadikan Pembelajaran Jarak Jauh Menjadi Lebih Menarik,,, Segera Download Kumpulan Materi POWERPOINT Jenjang SD secara gratis pada Link di bawah ini….

📌 Media PowerPoint SD/MI
6️⃣Kelas 6 : https://bit.ly/38Xf3Uq
5️⃣Kelas 5 : https://bit.ly/38Xf3Uq
4️⃣Kelas 4 : https://bit.ly/38Xf3U
2️⃣Kelas 2 : https://bit.ly/38Xf3Uq
1️⃣Kelas 1 : https://bit.ly/38Xf3Uq

Soal US IPA TP.2019/2020



Silakan kerjakan soal di bawah ini...😎

Soal US Bahasa Indonesia TP.2019/2020


Silakan kerjakan soal US berikut ini..😎

Soal US Matematika TP.2019-2020


Silakan kerjakan soal US Matematika berikut ini...

Soal Online Matematika Materi KPK dan FPB

 APLIKASI MATEMATIKA PENCARIAN KPK DAN FPB BERBASIS ANDROID DENGAN ...Silakan kerjakan soal matematika SD materi KPK dan FPB berikut ini...(password: guruisant)...Tetap senyum dan bahagia..😎

Sabtu, 11 Juli 2020

CARA MEMASANG JAM DI BLOG ANDA


Hai sahabat blogger semua,..

perkenalkan saya guruisant yang mencoba menuliskan bagaimana cara memasang jam di blog agar terlihat lebih menarik.

Kamis, 09 Juli 2020

REWARD VS PUNISHMENT


10 Alasan Kenapa Orangtua Tidak Boleh Memukul Anak - Ibupedia"Pokoknya nanti kalau kakak mendapat nilai bagus di rapor, mama akan kasih hadiah yang menarik".
Mungkin kalimat tersebut banyak diucapkan orang tua kepada anak-anaknya yang sedang menempuh pendidikan baik di sekolah formal seperti SD, SMP, maupun SMA ataupun sekolah non formal seperti KB atau TK. Atau kalimat seperti "Kalau kamu masih suka memukul teman, Ibu guru akan memberikan larangan untuk kamu bermain saat jam istirahat".

Kalimat yang pertama merupakan wujud dari pemberian hadiah atau reward, sedangkan kalimat yang kedua merupakan wujud dari suatu hukuman atau punishment.

Reward ataupun Punishment merupakan suatu akibat dari perjalanan perilaku individu-individu dari waktu ke waktu. Bagi para orang tua tentu terhadap anak-anaknya, sedangkan bagi ibu/bapak guru tentu terhadap murid-muridnya. Pemberian hadiah ataupun hukuman dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan anak, menjadi kekhawatiran sebagian besar orang tua maupun guru. Karena bila diterapkan tanpa konsep yang jelas, akhirnya justru mengenyam hasil yang buruk dan dapat berakibat fatal dengan semakin memburuknya perilaku anak.

Supaya pemberian hadiah atau hukuman bisa menjadi metode yang efektif anak agar mau berperilaku baik, perlu diperhatikan syarat-syarat pemberiannya, cara pemberiannya, hingga dosis atau ukuran yang tepat untuk masing-masing anak. Jika keliru melakukannya, hadiah dan hukuman justru berubah fungsi dari obat menjadi racun yang menumbuhkan kepribadian buruk anak.

Allah SWT telah memberikan standar kepada manusia mengenai kesetimbangan dalam memberikan hadiah atau hukuman. Seperti kita ketahui, Allah menjanjikan pahala bila manusia berbuat baik meskipun baru sebatas niat. Dan Allah juga melipat gandakan kebaikan manusia dengan pahala yang berlipat-lipat jika sudah dikerjakan. Sedangkan untuk sebuah dosa, Allah baru memberikannya jika manusia telah melakukan suatu perbuatannya, bila hanya sebatas niat tidaklah masuk dalam catatan dosa. Jika terlaksanapun Allah masih mengampuni dosa kita bila kita segera beristigfar.

Berdasarkan pedoman di atas jelaslah bahwa Allah SWT telah menyiratkan kepada kita hendaklah kita mempermudah pemberian hadiah ataupun penghargaan kepada anak dan mempersulit memberikan hukuman. Artinya pemberian hadiah lebih didahulukan dan diutamakan sedangkan pemberian hukuman diakhirkan dan diminimalkan.

Prinsip-prinsip pemberian hadiah(reward) :
  • Penilaian didasarkan pada "perilaku", bukan "pelaku". Perilaku bisa baik dan bisa buruk, tapi pelaku senantiasa tetap baik.
  • Harus ada batasnya.
  • Paling baik dalam bentuk perhatian. Dalam sebuah testimoni diceritakan seorang ibu yang mempunyai putri di kelas V SD yang selalu mengingat masa indahnya dulu. Sang putri bercerita kepada ibunya kalau waktu SD dahulu gurunya selalu menyelipkan pesan khusus yang ditulis tangan di atas kertas merah muda dan dihiasi corak warna spidol. Selembar kertas sederhana tersebut menjadi menarik karena berisi pujian kepada siswanya berupa kesungguhan belajar, mengenai pergaulana taupun perilaku positif kami.
  • Berdasarkan pada proses bukan hasil.
  • Dimusyawarahkan kesepakatannya.

Prinsip-prinsip pemberian hukuman (punishment) :

  • Ada kesetimbangan antara hukuman dengan hadiah.
  • Maksimalkan kepercayaan dahulu, baru berikan hukuman.
  • Standarkan pemberian pada "perilaku".
  • Berikan hukuman tanpa melibatkan emosi. "Pada saat anak sedang berbuat salah dan harus menerima hukuman, emosinya berada dalam keadaan labil. Mereka hampir kehilangan rasa aman dan khawatir kehilangan kasih sayang orang tua maupun guru. Apabila guru memberikan hukuman dengan disertai emosi, justru akan menjadi pembenaran terhadap ketakutan mereka, sehingga menjatuhkan mental anak".
  • Sudah terjadi kesepakatan sebelumnya dalam hal pemberian hukuman
  • Berikan hukuman secara bertahap dari yang paling ringan
  • Spesifik dalam menjelaskan tingkat kesalahan
  • Fleksibilitas, sesuai kondisi anak
Kita sebagai pendidik (guru) ataupun sebagai orang tua, masing-masing mempunyai peran tersendiri dalam mengembangkan perilaku-perilaku positif anak-anak kita. Kebanyakan para guru maupun orang tua kerap menggunakan teknik pemberian hadiah dan hukuman kepada anak-anak didiknya ataupun anak-anaknya di rumah sebagai usaha untuk membina perilaku mereka. 

Pemberian pujian atas perilaku terhadap mereka secara langsung saat mereka melakukan suatu perbuatan yang baik, jauh lebih bermanfaat daripada sekedar menjanjikan hadiah atas perbuatan baik mereka namun tertunda penerimaannya. Ada faktor psikologis yang melanda mereka saat sebuah pujian dilontarkan akibat perilaku positif yang sudah dilakukan. Sebagai contoh, kita sebagai guru saat melihat sang murid merapikan sepatu maupun sendal teman-temannya yang tergeletak tanpa beraturan kemudian disusun serta diletakkan di rak sepatu, secepatnya langsung kita apresiasi dengan kata-kata yang memuji sambil sesekali menepuk bahunya sebagai tanda bahwa kita benar-benar bangga dengan perbuatannya. Anak tentu akan merespon dengan bahagia dan secara otomatis dia akan mempertahankan perilakunya tersebut minimal meletakkan sepatu atau sendalnya dengan rapi. Apalagi bila sang guru mengumumkan di depan kelas sang anak, tentu akan lebih baik lagi. 

Yang paling sulit bagi kita selaku orang tua atau guru adalah selalu mengganggap bahwa perilaku baik mereka semisal meletakkan sepatu atau sendal dengan rapi adalah hal yang biasa atau hal yang memang seharusnya mereka lakukan. Sedangkan hal yang lain misalnya saat sang anak menyembunyikan sepatu milik temannya langsung menjadi bahan pembicaraan bahkan sampai mempersiapkan hukuman buat sang anak yang menyembunyikannya. Padahal dua kejadian di atas kerap terjadi pada anak-anak kita namun kita lebih sibuk memperhatikan perilaku buruknya dan menyiapkan punishment dibandingkan mencermati setiap perilaku baiknya dan memberikan apresiasi. 

Pada dasarnya setiap orang senang dipuji dan diberi apresiasi tidak terkecuali kita sebagai orang dewasa, apalagi anak-anak kita. Karena itu mulai kini sibukkanlah diri kita dengan memperhatikan segala perilaku baik anak-anak kita diiringi dengan apresiasi berupa pujian atau reward.
Semoga tulisan di atas bermanfaat buat pengembangan perilaku putra-putri kita sebagai generasi penerus bangsa dan generasi pelurus agama. 
 
#mendidikdenganhati
#setiapanakhebat

#

CONTOH RPP INSPIRATIF

RPP INSPIRATIF Pages 1 - 50 - Text Version | AnyFlip
Berikut adalah contoh RPP 1 halaman yang disebut juga RPP inspiratif.  Semoga bermanfaat😎

PENGALAMAN ANDA ADALAH JEJAK-JEJAK BRILIAN ANDA...



Setiap Manusia diberikan kesempatan untuk menciptakan sejarah hidupnya berupa pengalaman dan kebermanfaatan dirinya.  Kita memang tidak diberi kemampuan untuk memilih di mana dilahirkan, siapa orang tua kita, bahkan bagaimana cara kita dilahirkan. 

RPP INSPIRATIF



RPP INSPIRATIF Pages 1 - 50 - Text Version | AnyFlip
Pusat Kurikulum dan Pembelajaran merespons keluhan dari pendidik yang menyatakan bahwa beban administrasi terlalu banyak dan berat, khususnya dalam menyusun RPP. Beban banyak dan berat, apakah ini dialami oleh semua pendidik? Orang yang dapat menjawab ialah pendidik itu sendiri karena pendidiklah yang mengalaminya.

Rabu, 08 Juli 2020

Pelatihan Online Sagusablog Lanjutan Angkatan ke-43


Belajar tidak mengenal batasan usia dan waktu.  Selama ada kemauan, insya Allah ada jalan.  Sebagai seorang pendidik sejatinyalah kita harus selalu meningkatkan kualitas keilmuan dan karakter positif agar lebih bermanfaat kepada lingkungan utamanya anak-anak didik kita.

Alhamdulillah,
Setelah sebelumnya saya mengikuti pelatihan online Satu Guru Satu Blog (Sagusablog) tingkat dasar angkatan ke-40 pada tanggal 08-14 Mei 2020 dan telah dinyatakan lulus, kembali saya mengikuti pelatihan online Sagusablog angkatan ke-43 untuk tingkat lanjutan.  Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 01-07 Juli 2020.  Sebanyak lebih kurang 537 peserta yang mengikuti pelatihan ini dibagi menjadi 24 ruang kelas (kelas A - kelas X).  Masing-masing kelas dipandu oleh dua orang mentor kelas dan dua orang mentor tamu.

Sistem komunikasi pelatihan online ini menggunakan aplikasi telegram.  Saya sendiri menempati kelas 43-S dengan tutor pembimbing adalah Pak Agus Rahman (@Agus_rahman) dan ibu Evarista Dini Octavia (@Mrs_Evarista).  Setelah mengikuti arahan dan bimbingan selama mengerjakan tugas-tugas yang terdapat di dalam modul panduan, akhirnya pada hari keempat yakni tanggal 04 Juli 2020 saya dinyatakan lulus dari pelatihan online ini.

Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada mentor @Agus_rahman dan @Mrs_Evarista yang telah banyak membantu di dalam penyelesaian tugas-tugas.  Juga kepada teman-teman kelas 43-S yang telah saling support sehingga akhirnya saya lulus.  Yang takkan terlupa adalah master @Mrmung selaku founder sagusablog yang telah mengikhlaskan keilmuannya untuk berbagi demi kemaslahatan dan kebermanfaatan yang lebih luas lagi.

Semoga IGI dengan kanal Sagusablognya dan juga kanal-kanal kegiatan lainnya semakin memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan pendidikan di Indonesia dengan banyak mengagendakan berbagai pelatihan baik online maupun offline di seluruh Nusantara.

JAYALAH IKATAN GURU INDONESIA...
SALAM SATU GURU SATU BLOG.....

Selasa, 07 Juli 2020

Guru Berbagi


 
Bantu Guru Terapkan Belajar Online, Kemendikbud Rilis Situs Guru ...GURU  BERBAGI

Selama kebijakan belajar dari rumah berlangsung untuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), GURU BERBAGI hadir #darimanasaja mendukung guru untuk tetap memberikan pembelajaran yang bermakna bagi pelajar Indonesia.

GURU BERBAGI merupakan gerakan kolaborasi pemerintah, guru, komunitas, dan penggerak pendidikan untuk bersama hadapi Covid-19. Mari gotong royong untuk berbagi ide dan praktik baik melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar anak-anak Indonesia bisa belajar dari mana saja.

Yuk, berbagi!
Saatnya guru berbagi, dari mana saja!



RPP Matematika Kubus dan Balok

 Diagonal Bidang, Diagonal Ruang, dan Bidang Diagonal Kubus dan ...
Berikut adalah contoh RPP Matematika Kubus dan Balok... Semoga bermanfaat.

Silabus Matematika Kelas 6

Berikut adalah contoh silabus Matematika Kelas VI semester 1.  Silakan kunjungi, semoga bermanfaat..

Program Tahunan Kelas 6

Berikut adalah contoh Program Tahunan Kelas VI..Semoga bermanfaat...

Sabtu, 04 Juli 2020

Puisi dan Prosa




Cerita Roro dan Guntur kali ini akan mengisahkan tentang bagaimana mereka mengenal prosa dan puisi. Apa sih yang dimaksud prosa dan puisi itu? Seperti apa ciri-cirinya? Simak penjelasannya di petualangan mereka kali ini.

Pengertian Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)




Kelipatan Persekutuan Terkecil  (KPK)   
Pengertian : Bilangan terkecil yang diperoleh dari kelipatan – kelipatan yang sama yang terdapat dari dua bilangan atau lebih.
Untuk memahami KPK, terlebih dahulu kita akan mempelajari apa yang dimaksud dengan kelipatan dan kelipatan persekutuan.

Dhuha Sebagai Pembelajaran Reguler Merdeka Belajar di SD


Pembiasaan sholat dhuha kepada para anak didik di sekolah

Merdeka Belajar... dua kata ini belakangan sangatlah populer utamanya tentu saja di dunia pendidikan. Sejak didapuknya Bapak Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menggantikan Bapak Muhadjir Effendy, banyak lontaran-lontaran ide yang beliau gagas menjadi kontroversial, lantaran dianggap terlalu ekstrem atau radikal dalam mengubah pendidikan di Indonesia. Beberapa gagasan yang disampaikan Bapak Nadiem diantaranya :

Blog Sebagai Sarana Pemberdayaan Pengetahuan dan Kesejahteraan



Alhamdulillah,

Mengambil hikmah dari penyebaran corona virus yang melanda hampir seluruh negara-negara di dunia tidak terkecuali negara kita tercinta Indonesia. Imbas dari menyebarnya virus ini menyelimuti seluruh aspek aktivitas manusia dari segala profesi termasuk juga profesi guru.

Antologi Puisi dan Syair "Semburat Pelangi Hati"

Puisi maupun syair adalah bahasa kalbu, curahan segenap rasa yang tertumpah dari sanubari dan relung jiwa yang terdalam.  Ia menjadi teman dikala keheningan dan kesepian menghampiri, menjadi kekasih dikala hati merindu tiada tiada tertahan, terkadang bagaikan seteguk air dikala dahaga menerjang.

Buku Semburat Pelangi Hati merupakan karya seorang guru yang isinya berupa pengalaman,  perjuangan, dan kerinduan seorang guru terhadap anak-anak didiknya yang masih dibimbingnya maupun yang telah meninggalkan sekolah sekian lama.

Yang menarik adalah buku ini dilengkapi dengan ilustrasi foto serta latar belakang mengapa puisi ataupun syair itu bisa terciptakan..

Spesifikasi Buku :
Tebal               :  70 halaman
Jenis Kertas    : A5
Harga              :  Rp50.000,00

Bila berminat silakan hubungi WA nomor 081298050214 (imam santoso)

Sertifikat penulis..

Nasehat Bijak Untukku...

Bismillahirrahmanirrahiim,...

Assalamualaikum Wr.Wb,

Hampir delapan belas belas tahun diri ini mengabdi di sekolah tercinta Al Hanief. September 2002 menuju September 2020. Tentu banyak hal yang sudah saya amati dan alami, berkaitan interaksi antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, guru dengan guru, guru dengan orang tua (orang tua dengan sekolah).

Jadi Guru Itu Berat, Biar Kami Saja....

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,...

Pekerjaan atau profesi apa yang aktivitasnya tidak sibuk-sibuk amat? Sehingga cukup berangkat dari rumah jam enam pagi kemudian jam 2 paling lama jam 3 sore sudah di rumah? Sebagian besar orang kalau diberikan pertanyaan seperti itu pasti jawabnya GURU...
itu dahulu saat jamannya guru omar bakrie. Tapi sekarang...no way..! Anda yang sekarang menjalani profesi sebagai guru ataupun anda yang memiliki pasangan hidup ataupun orang tua yang juga bekerja sebagai guru tentu sudah merasakannya bahwa pernyataan kalau guru itu berangkat kerja jam 6 pagi lalu sudah kembali ke rumah jam 2 sore adalah MITOS SEMATA...😊.apalagi bagi guru-guru swasta yang nota bene sekolahnya bejibun amat dengan kegiatan-kegiatan..😁

GURU diGUgu dan ditiRU..
yach seorang guru memang menjadi panutan bukan hanya bagi para anak didiknya tetapi juga bagi lingkungan kerja dan lingkungan tempat tinggalnya. Apanya yang digugu? semua guru sudah selayaknya mengeluarkan kata-kata atau ucapan-ucapan yang sopan sesuai ajaran agama. Kata-kata yang menyejukkan hati siapapun yang mendengarnya, ataupun kalimat-kalimat yang selalu memotivasi siapapun untuk menjadi lebih baik ke depannya. Karena itulah seorang guru pantas untuk digugu.

Selain perkataan, segala perbuatan ataupun perilaku seorang guru juga menjadi tolok ukur atau barometer akhlak bagi anak-anak didiknya dan juga lingkungan pergaulannya. Karena itulah guru mesti ditiru attitudenya...

Jadi guru itu berat,....
coba deh kalau kamu baca berita-berita yang kurang baik atau negatif, misalnya berita kriminal. Jika pelakunya bukan seorang guru maka beritanya terkesan datar judulnya pun tidak bombastis... tapi..., jika pelakunya seorang guru maka mulai dari judul sampai pemaparan berita, semuanya terkesan sangat menghakimi dan mencoreng citra pendidik...apalagi kalau gurunya sebagai guru agama ya udah kelar dah hidup lo...😃.

Tapi giliran ada suatu peristiwa ataupun kejadian yang positif yang dipelopori oleh seseorang yang berprofesi guru maka pemberitaannya terkesan datar karena bagi khalayak umum sesuatu kebaikan atau perbuatan positif yang dilakukan oleh seorang guru merupakan kewajiban dan keharusan yang sudah semestinya... begitulah cara masyarakat menilai. Padahal guru juga manusia yang terkadang sisi manusiawinya memerlukan penghargaan ataupun apresiasi..

Jadi guru itu berat,...
Pernah ngerasa gak seh kalau label guru yang kamu sandang itu terkadang menjadi bebanmu di lingkungan tempat tinggalmu? Seperti contoh misalkan saat ada kegiatan pertemuan warga, mesti warga yang juga guru selalu ditanyakan pendapatnya sebagai rujukan ataupun pedoman isi pertemuan. So...konsekuensinya mesti datang kalau rapat warga, sekalinya mau ngumpet di rumah atau mau datang belakangan eh keburu dijemput pa RT..😃. Saya sendiri pernah punya pengalaman unik waktu belum lama jadi penghuni perumahan. Ceritanya waktu itu kira-kira pukul 8 malam atau lebih dikitlah ada warga yang tiba-tiba datang ke rumah sambil tergopoh-gopoh... baru selesai saya buka pagar rumah eh warga tersebut langsung ngomong.." Tolong pa..tolong.. ada warga yang kesurupan, bapak khan guru". Lha, saya sempat bingung juga. Kalau diminta tolong untuk menengahi warga yang bertikai memang pernah saya lakukan sebelumnya atau diminta nasehat sekitar pendidikan anak-anak mereka juga sering...nah klo ini diminta tolong untuk menyadarkan orang yang kesurupan...wah belum pernah.. makanya saya tolak dengan halus sambil merekomendasikan seseorang yang lebih patut dalam hal keilmuannya.. mungkin bagi mereka guru adalah sosok yang serba bisa...☺

Jadi guru itu berat,...
Terbukti ya bahwa guru itu sekarang ini tidak bisa dipastikan kepulangannya...(klo berangkatnya mah rada mudah ditebak waktunya)..
Apalagi berbicara masalah kesejahteraan utamanya guru-guru swasta. Sudah menjadi rahasia umum dikalangan pendidik, untuk mendapatkan tambahan insentif atau tunjangan-tunjangan dari pemerintah saja guru mesti jungkir balik mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan.. sepertinya pemerintah kurang ikhlas kalau guru dapat tunjangan-tunjangan.. karena setiap ada peluang untuk mendapatkan insentif dari pemerintah selalu saja dibarengi oleh aturan-aturan yang terkadang menyita waktu dan biaya. Birokrasi dan prosedur yang njlimet... seharusnya pemerintah berpikir bahwa guru adalah garda terdepan dalam upaya mencerdaskan anak-anak bangsa bukan malah dianggap pintu belakang. Makanya sekarang banyak guru-guru yang waktu berangkat dari rumah matahari belum kelihatan alias belum terbit eh... waktu pulang ke rumah mataharinya juga dah gak kelihatan alias sudah tenggelam alias sudah malam.. 😀

Jadi guru itu berat,...
Bayangkan saja, sehari-hari berhadapan dengan makhluk hidup bukan benda mati layaknya komputer atau mesin-mesin. Beda dengan pekerjaan atau profesi yang setiap hari berhadapan dengan komputer atau mesin. SOP mesin atau komputer yang digunakan untuk bekerja selalu sama setiap hari. Ibarat kata sambil tidur juga bisa..😉. Nah kalau guru, yang dihadapi adalah sosok-sosok yang berjiwa yang jangankan setiap hari, setiap saatpun bisa berubah kondisi perangainya. Jadi setiap hari sejatinya seorang guru selalu bertambah ilmunya dalam menangani pekerjaannya. Bagaimana menangani murid A yang hari itu datang ke sekolah dalam keadaan tidak mood, atau menengahi si B, si C, si D yang hari itu bertengkar akibat saling ejek. Atau juga meluangkan waktu untuk berbicara kepada si E yang sedang sedih karena orang tuanya sedang ke luar kota dalam watu yang lama. Semua permasalahan tersebut memerlukan banyak SOP yang sesuai dengan karakter siswanya. Jadi kesimpulannya guru itu memang luaaarrr biasa...


Jadi guru itu berat,...
Kalau anak-anak kita ataupun pasangan kita memiliki prestasi ataupun mendapatkan sesuatu yang membanggakan keluarga, orang lain mengatakan “wajarlah, namanya juga anak guru...” atau “wajarlah, khan suami/istrinya guru.’.. tetapi kalau sedikit saja anak atau pasangan kita melakukan sesuatu hal yang tidak layak meskipun hal itu hal yang kecil dan tidak disengaja tetap saja orang-orang menghakimi dengan perkataan “khan bapaknya guru yach, koq anaknya berbuat begitu seh.’ Sebenarnya perkataan itu merupakan hal yang lumrah atau biasa bila juga disematkan kepada keluarga yang bukan guru, namun itu tidak terjadi. Jarang sekali saya dengar misalnya ada anak yang ayahnya seorang dokter, lalu anak tersebut berprestasi kemudian ada yang mengatakan “wajarlah namanya juga anak dokter.’


Yang paling sedih neh yach... selama tujuh belas tahun mengajar dan mendidik di SD Al Hanief biasanya saat hari pertama sekolah saya selalu menanyakan kepada para murid siapa yang kelak bercita-cita menjadi seorang guru? Tahukah anda jawabannya?... dari 15 atau 30 anak didik yang saya tanya hanya ada 1 atau 2 orang saja yang menginginkan menjadi seorang guru. Bahkan pernah beberapa kali saya tanya, tidak ada satupun anak yang mengangkat tangannya saat ditanya siapa yang kelak bercita-cita menjadi guru? Saya gak tahu apakah hal ini hanya terjadi di sekolah tempat saya mengajar atau di sekolah-sekolah swasta lainnya? Atau juga pada mayoritas anak-anak sekolah di Indonesia? Khan repot kalau begini..... kira-kira apakah anda punya pendapat atau pandangan koq bisa begitu? Kalau begini terus bisa-bisa profesi guru termasuk profesi yang langka di Indonesia. Biasanya yang langka itu bernilai mahal dan dirawat serta dilindungi dengan baik......


Nah untuk mengurangi rasa berat itu, ada beberapa tips neh yang bisa kamu lakukan...:

Kalau berangkat ke sekolah usahain pagi-pagi banget klo perlu abis salam sholat subuh di mesjid langsung ngacir. Soale klo kena macet di jalan kadang suka emosi sendiri, khan berabe klo ngajar sambil emosi..
Masuk kelas dengan senyum, salam, dan sapa. asal jangan senyum-senyum sendirian apalagi senyum sama tembok sekolah.
Klo dah nyampe sekolah tapi hati belom mood buat ngajar ya udah ngopi-ngopi cantik dahulu atau sekedar ngeteh sambil ngemil....
Kalau ada masalah di rumah jangan masuk kelas dahulu, rileks saja di kantor atau di bawah pohon rambutan sekolah...(al hanief ada pohon inspirasi).
Gak usah panik dan gelisah klo sekiranya baju kerja cuman itu-itu aja,... yang penting khan sopan dan rapi

Jangan kebanyakan ngasih PR ke anak didik, ntar repot ngoreksinya. Pun klo ada koreksian biar dikerjakan bareng-bareng saja ama murid-murid...(asal jangan ngoreksi ulangan apalagi kertas PTS/UAS).
Nyantai aja klo ada ortu yang protes tentang pembelajaran anaknya di sekolah.. kadang-kadang orang tua seperti itu karena dia cinta ama gurunya....ehh maksdnya cinta sama sekolah.
Jangan terlalu dipikirkan kalau materi pelajaran tidak berjalan sesuai rencana ataupun buku yang digunakan belum tuntas padahal sudah waktunya, yang penting anak nyaman di kelas atau di sekolah dan perilakunya membaik..... (syarat ke surga khan akhlak yang bagus bukan nilai ulangan atau nilai rapor yang bagus...).
Jadikan atau prioritaskan anak-anak didik agar menjadi orang yang bermanfaat atau yang berattitude baik. Nilai bagus atau anak menjadi cerdas adalah bonus dari Allah SWT....
Uang sertifikasi jangan dihabiskan, simpan buat liburan ....(klo bisa...)
Jangan bawa pekerjaan sekolah ke rumah kalau gak punya niat yang kokoh buat ngerjainnya.... pengalaman soale tuch kerjaan cuman nyangkut di tas doank eh besoknya kebawa lagi....


Nah begitulah kira-kira teman-teman semua... yang mau ngikutin monggo... gak juga gak apa-apa... nyanti aza...

"Setan Gepeng" Menghantui anak-anak kita

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Belakangan tersiar berita yang cukup mengejutkan dan menjadi tema pembicaraan di beberapa tempat termasuk di sekolah, di kantor, ataupun tempat arisan misalnya.... tapi ini bukan berita tentang seseorang yang ditusuk saat mengadakan kunjungan di suatu daerah...😁 soalnya agak ngeri-ngeri sedap klo ngomongin soal begituan di saat ini.

Menjadi Guru Hati

Alhamdulillah,
Berkat Rahmat Allah SWT., saya berhasil mewujudkan untuk menulis sebuah buku pertama sebagai karya tunggal.  Sebelumnya memang pernah membuat namun masih bentuk "keroyokan", artinya sebuah buku saya tulis naskahnya bersama dua orang teman lainnya.
 


Jumat, 03 Juli 2020

Soal Online Matematika Materi Waktu



Silakan mencoba soal online Matematika materi waktu berikut ini.  Tetap bahagia.. password guruisant😁

Kamis, 02 Juli 2020

Literasi Untuk Berdaya

Bismillahirrahmanirrahiim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Segala puji dan puja kepada Allah SWT. atas segala Nikmat dan Karunia yang telah dilimpahkan kepada kita semua.  Sholawat teriring salam tercurahkan kepada manusia yang paling sempurna di muka bumi yang menjadikan dirinya sebagai teladan yang baik bagi seluruh umat manusia, beliau adalah Baginda Nabi Muhammad SAW.  Semoga kita semua mendapatkan syafa'at nya di hari penghisaban nanti...aamiin yaa rabbal'aalamiin..

Alhamdulillah,
Setelah mencoba, mencoba, dan mencoba lagi...akhirnya Allah mudahkan upaya saya dalam menghasilkan sebuah karya buku
yang meskipun masih sangat sederhana namun memberikan arti lebih bagi saya pribadi.  Memang, buku ini atau tulisan ini bukan yang pertama kali berhasil diterbitkan menjadi sebuah buku.  Sebelumnya saya bersama teman-teman guru di SD Al Hanief juga sudah berhasil menerbitkan buku ajar, yakni "Jurus Pamungkas Tembus US SD/MI Tahun 2015" kemudian lanjutannya "Jurus Pamungkas Tembus US SD/MI Tahun 2016".  Keduanya dicetak oleh Tiga Serangkai.  Selama menulis materi kedua buku tersebut, saya tidaklah terlalu mengalami kesulitan karena selain memang sudah familiar dengan materi bahan tulisannya, background pendidikan juga turut mendukung.  Kebetulan waktu itu kebagian menulis materi Matematika untuk tingkat SD.
Namun, untuk karya yang ketiga ini, saya merasa lebih istimewa karena beberapa hal misalnya buku ini merupakan karya personal, saya juga awalnya merasa tidak mampu untuk menghasilkan sebuah karya berupa buku yang mungkin bisa menjadi rujukan atau sekedar referensi bagi siapapun yang membacanya.  Apalagi ditambah saya harus meningkatkan kualitas dan kuantitas bahan bacaan guna menunjang proses penulisan buku ini.  
Saya memang gemar menulis, baik itu berupa artikel-artikel ringan ataupun menulis puisi-puisi yang biasanya muncul saat kondisi-kondisi tertentu.  Itulah mengapa saya membuat blog sebagai ajang "pelampiasan" pikiran maupun perasaan.  Beberapa artikel ringan bahkan sudah dimuat di majalah pendidikan seperti Germajanews.  Hanya saja tetap tidak menyangka jika bisa sampai menerbitkan karya berupa buku.
sekedar flashback,  kemauan dan keberanian untuk menghasilkan karya berupa buku berawal dari saya mengikuti kegiatan Diklat Penulisan Buku secara daring.  Meskipun secara online, namun manfaatnya sangat penulis rasakan.
Sebelum karya "Menjadi GURU HATI" ini ada di tangan saya dan juga anda, ada beberapa hal yang penulis rasakan mungkin juga anda rasakan mengapa belum berhasil menjadikan tulisan anda menjadi sebuah karya berupa buku..
  • tidak kunjung selesai tulisan kita kita karena merasa kehabisan ide ataupun ketidakcocokan ide dengan apa yang kita pikirkan.
  • kita selalu beranggapan bahwa menulis hanya bisa kita lakukan bila mendapat inspirasi.
  • terlalu khawatir dengan tata bahasa ataupun struktur kalimat, tidak tahu cara membuat paragraf ataupun menyusun kalimat.
  • merasa kurang mengerti dengan EYD.
  • tidak ada waktu karena sibuk dengan pekerjaan
  • kurang mood, dan lain sebagainya
hal-hal di atas sangatlah saya rasakan sebagai penulis pemula, bahkan sampai saat ini.  Namun, berkat  pelatihan daring tersebut saya mulai menyadari dan meyakini akan kemampuan diri sendiri.
Kurangnya ide sebenarnya bukanlah masalah bagi kita.  Pada dasarnya ide berseliweran di sekitar kita, bahkan pada tubuh kita sendiri dari ujung rambut sampai ujung kaki banyak terdapat ide yang bisa dijadikan tulisan.
Inspirasi juga bukan merupakan halangan utama yang berarti.  Jika kita jeli setiap menit inspirasi bisa datang menghampiri kita.  Kemiskinan, Korupsi, Berita TV, Buku, Koran, bahkan tingkah laku dan obrolan orang-orang di sekitar kita merupakan inspirasi.  Apalagi jika kita seorang guru, frekuensi interaksi ke anak didik sangat menunjang untuk memperoleh inspirasi.  Hanya saja terkadang kita kurang jeli menangkapnya.  Kurangnya pemahaman kita terhadap EYD juga bukanlah merupakan hal yang serius karena sejatinya kita sudah mempelajarinya sejak tingkat sekolah dasar.
Nah...,
saat mengikuti diklat saya dimotivasi dan disugesti bahwa masalah UTAMA yang menjadikan seseorang merasa sulit untuk menghasilkan karya berupa buku adalah :
  1.  Terlalu banyak mengkritik tulisan sendiri.  Pas sekali, saya juga sempat berpikir seperti ini.  Saat membuat tulisan yang sudah cukup panjang tapi begitu dibaca lagi sepertinya tidak cocok dengan keinginan kita yang sudah direncanakan.
  2.  Kecepatan menulis yang belum lahir dan tumbuh pada diri kita.
  3.  Belum banyak tulisan yang kita buat.

Permasalahan di atas dapat kita atasi dengan cara :
  • Jangan terlalu banyak berpikir dahulu dalam menulis.
  • Jangan mengkritik tulisan dahulu 
  • Tulis yang banyak dulu apapun yang terlintas dalam pikiran anda
Berdasarkan pengalaman saat mengikuti diklat tersebut, penulis ingin mengembangkan dan mewariskan  serta menumbuhkan minat membaca dan menulis kepada para anak didik...
Saat ini saya membiasakan kepada para siswa untuk membumikan literasi.. Literasi mesti kita kembangkan tidak hanya sekedar untuk belajar tetapi juga untuk berdaya.
Sepekan tiga kali (senin, rabu, Jum'at) setelah opening saya membacakan kisah ataupun cerita apa saja tetapi umumnya berkaitan dengan motivasi, kasih sayang, dan kehidupan.  Lalu mereka menulis ulang kisah tersebut... apa saja boleh mereka tuliskan misakan hikmah kisahnya, atau tulis ulang dengan gaya redaksi mereka, ataupun pendapat mereka tentang kisah tersebut.  Sedangkan Jum'atnya mereka yang membaca sembarang buku lalu menulis ulang apa saja berkaitan dengan apa yang dibacanya..
Alhamdulillah, kemampuan mendengar, membaca, dan menulis mereka semakin meningkat. Terbukti saat saya mencermati tulisan-tulisan mereka yang awalnya hanya satu paragraf tapi sudah meningkat menjadi dua atau tiga paragraf bahkan ada yang sampai satu halaman.  Karena saya memotivasi mereka dengan mengatakan bahwa jangan pernah khawatir atau takut salah dengan ejaan ataupun kalimat yang tidak saling berhubungan.  Yang terpenting, segera tulis apa yang terlintas dipikiran, jangan sampai ia berlalu sebelum kamu tulis.  Pokoknya TULIS... TULIS....TULIS...
Saya juga sedang membuat proyek buku bersama anak-anak didik tercinta.. Semoga Allah mudahkan proses ini.  Berharap sebelum mereka lulus SD, buku sudah selesai dan mereka akan lebih berarti dengan dirinya sendiri...
Dahulu saya hanya bercita-cita sederhana berkaitan dengan karya buku ini, yakni sebisa mungkin selama saya menjadi seorang pendidik setidaknya telah menghasilkan SATU buah buku sebagai apresiasi terhadap diri sendiri.  
SEDERHANA tapi ELEGAN.......
Semoga semakin banyak para pendidik yang mampu menghasilkan karya berupa buku...
Tidak ada guru yang tidak bisa menulis buku..
Yang ada hanya guru yang belum mencoba, dan guru yang ingin bukunya sempurna...hingga akhirnya tiada karya tercipta...
kamu pasti bisa....kamu....iyaa... kamu.










salam literasi

LITERASI untuk BELAJAR...
LITERASI untuk BERDAYA..