Menjadi Penulis Produktif

Beberapa tips bagaimana anda bisa menjadi seorang penulis yang produktif

Seminar Online SAGUSAVI 2020

Kanal SAGUSAVI mengadakan Seminar Nasional Online dengan Tema "Bangkit LAwan Corona, Guru Harus Terus Belajar dan berkarya"

Pelatihan Online SAGUSABLOG Dasar Angkatan 40

Sagusablog yang merupakan salah satu kanal IGI mengadakan pelatihan online angkatan ke-40 yang diselenggarakan pada tanggal 8-14 Mei 2020

Pelatihan Online SAGUSABLOG Lanjutan Angkatan 43

Sagusablog yang merupakan salah satu kanal IGI mengadakan pelatihan online tingkat lanjut angkatan ke-43 yang diselenggarakan pada tanggal 01-07 Juli 2020

Tampilkan postingan dengan label Coretanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretanku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Mei 2025

GURU, ANTARA DEDIKASI & GRATIFIKASI

 

Profesi guru kembali menjadi sorotan.  Setelah beberapa waktu lalu ramai berseliweran berita tentang orang tua yang memprotes soal konsekuensi atau hukuman yang diberikan guru kepada anaknya sehingga mengarah kepada kriminalisasi guru, lalu juga berita tentang kekerasan atau pelecehan di dunia pendidikan yang melibatkan guru dan siswa.  Sekarang yang lagi ramai adalah mengenai GRATIFIKASI kepada guru.  Tidak tanggung-tanggung lembaga negara yang memunculkan wacana Gratifikasi kepada guru adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Siapa yang tidak ketar ketir jika sebuah urusan melibatkan KPK.

Minggu, 19 Maret 2023

LOYAL vs ROYAL

 


 Apakah saya, anda, dan kalian termasuk orang-orang yang loyal?  Ataukah saya, anda, dan kalian termasuk orang-orang yang royal?

Minggu, 11 September 2022

20 TAHUN "TERSESAT" di JALAN YANG LURUS

 

Tersesat di jalan yang benar?  lha koq bisa? 😕Sampai dua puluh tahun lagi, waduuhh....Yang namanya tersesat ya mesti di jalan yang belum benar. Klo menurut KBBI sih arti tersesat yakni salah jalan atau kesasar. Kesasar koq bisa sampai 20 tahun, betah banget pegimana ceritanya bisa selama itu?

Rabu, 27 Juli 2022

"GEN-X, SILATURAHMI MENGHARAP DO'A MENGEJAR MIMPI...


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh,

Apa yang para guru rasakan jika dikunjungi para muridnya terdahulu? Rasa bahagia? Rasa haru?Ya, tentu saja. Begitulah rasa yang menerpa di hati ini.

Minggu, 16 Mei 2021

Mulakan Kebersihan Hati dengan Peduli Lingkungan


 
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
 
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah/13 Mei 2021 Masehi
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Taqabbal Ya Kariim...
 
Alhamdulillah, pada kesempatan menikmati libur hari raya Idul Fitri ini kami dapat kesempatan untuk mengunjungi suatu kawasan wisata yang bernuansa alam di sekitar Jakarta Utara.  Persisnya kami mendatangi kawasan wisata alam mangrove di Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara.  Ada beberapa alasan yang menjadikan liburan kali ini sasarannya adalah Taman Wisata Alam Angke Kapuk, yakni:
  • Libur Idul Fitri tahun ini masih belum diperbolehkan oleh pemerintah untuk bepergian ke luar kota karena antisipasi penyebaran virus covid 19 yang masih belum mampu teratasi dengan optimal.
  • Lokasi wisata yang mudah terjangkau dan dekat dengan rumah orang tua di Jakarta Pusat.
  • Belajar mengenalkan dan menanamkan cinta serta kepedulian terhadap lingkungan kepada keluaga khususnya anak-anak tercinta.
  • Biaya yang sangat terjangkau

TWA atau Taman Wisata Alam Mangrove terletak di Pantai Indah Kapuk (PIK).  Terdapat dua lokasi taman wisata alam.  Satu dikelola oleh Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta sedangkan lainnya di kelola oleh pihak swasta.  Untuk TWA yang dikelola pemda DKI Jakarta tiket masuknya Rp2.000,00/orang sedangkan yang satunya lagi Rp35.000,00/orang dewasa dan Rp20.000,00/anak-remaja.  Lokasi keduanya hanya berjarak lebih kurang tiga kilometer.

Sekilas informasi mengenai mangrove  

Mangrove adalah jenis tanaman dikotil yang habitatnya air payau dan juga air laut.  Mangrove merupakan tanaman hasil budidaya atau diambil dari alam.  Hutan mangrove adalah salah satu jenis hutan yang banyak ditemukan pada kawasan muara dengan struktur tanah rawa dan padat.  Mangrove menjadi salah satu solusi yang sangat penting untuk mengatasi berbagai jenis masalah lingkungan terutama untuk mengatasi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh rusaknya habitat untuk hewan dan manusia.  Hutan mangrove menjadi salah satu subyek utama bagi pengembangan lingkungan di Indonesia.  Banyak lembaga-lembaga sosial yang terjun langsung untuk mensosialisasikan manfaat mangrove.  Melestarikan kawasan mangrove berarti turut menyetabilkan kondisi lingkungan dan menyelamatkan semua habitat di hutan mangrove.  Tanaman bakau merupakan salah satu jenis mangrove yang paling familiar.

Manfaat tanaman bakau (rhizophora mucronata) bagi lingkungan sekitarnya, diantaranya:

  1. Memberi nutrisi yakni berupa kesuburan tanah yang ada di sekitarnya, karena tempat tumbuhnya tanaman bakau berada diantara dataran dan lautan.
  2. Sebagai rantai makanan yakni sebagai produsen yang sangat disukai oleh ikan-ikan kecil dan juga kepiting yang menggantungkan hidupnya dengan memakan daun tanaman bakau.
  3. Air di sekitar menjadi jernih, coba bandingkan antara tepian pantai yang memiliki tanaman bakau disekitarnya dengan yang tidak memiliki tanaman bakau.  Jelaslah, bahwa pantai yang ditumbuhi tanaman bakau airnya lebih jernih dibandingkan dengan yang tidak memiliki tanaman bakau.
  4. Melindungi pantai dari terjadinya erosi.  Tanaman bakau yang tumbuh di tepi pantai dapat melindungi dataran dari hempasan ombak secara langsung, sehingga ombak tidak langsung menerjang dataran yang dapat menyebabkan erosi dan longsor.
  5. Dapat dijadikan kayu bakar, masyarakat sekitar yang hidup di tepi pantai dapat memanfaatkan tanaman bakau sebagai kayu bakar untuk bahan bakar memasak.  Kayu dari tanaman bakau dapat  menghasilkan api yang besar dan merata serta tidak menghasilkan asap yang banyak.  Artinya kayu bakar dari tanaman bakau ini ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi udara.

Demikian beberapa manfaatnya mangrove.

Saya kembali ulas mengenai fasilitas TWA yang kami kunjungi,

  • Untuk yang biaya tiketnya Rp2.000,00/orang  dan parkir mobil Rp4.000.00.  Di lokasi ini memang belum terlalu memanjakan para pengunjung.  Sepanjang yang kami telusuri masih minim arena bermain anak. Tempat istirahat atau rileks sejenak juga belum memadai.  Area atau spot untuk berfoto ria juga belum maksimal.  Namun, ada satu keunggulan yakni sebagai tempat memancing yang enjoy.  Kami perhatikan begitu banyak para pemancing yang berjejer dari depan pintu masuk sampai ke dalam padahal waktu baru menunjukkan pukul delapan pagi.
  • Untuk TWA yang tiketnya Rp35.000,00/dewasa dan Rp20.000,00/anak  mungkin sangat cocok bagi keluarga yang ingin menikmati liburan sambil melihat suasana pantai serta mendapat edukasi.  Ada area bermain anak plus outbondnya, kantin/kafe yang sangat nyaman, ada tempat perkemahannya, ada juga "Ragunan Mini"  Yang paling menyenangkan adalah saat kita berjalan melewati jembatan bambu mengitari area tepi pantai ditemani tanaman bakau sepanjang sisi jembatan.  Banyak area yang bisa dijadikan spot untuk berfoto ria dengan latar belakang pantai.

Sayang sekali, karena saat kami berkunjung ke sana bertepatan dengan hari Jum'at dan juga ada pertemuan keluarga untuk saling beridul fitri sehingga tidak terlalu banyak mengeksplorasi keadaan di sana.  Semoga Allah SWT. masih memberi nikmat sehat dan kesempatan untuk dapat mengunjunginya kembali...


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

isantpenyair.











































































Senin, 26 April 2021

POHON SEJUTA CERITA

Sekolah kami termasuk salah satu sekolah yang cukup asri dan teduh karena banyak terdapat pepohonan baik pohon berbuah maupun tanaman hias. Diantara sekian banyaknya pohon di sekolah kami masih didominasi oleh pohon rambutan dan mangga.

Sabtu, 24 April 2021

KERJA SAMA atau BEKERJA BERSAMA-SAMA?

 

Kita sudah sering mendengar istilah teamwork atau yang sering disebut juga kerja tim atau kerja sama. Teamwork sangat diperlukan dalam suatu organisasi atau suatu kepanitiaan yang dibentuk agar memperoleh hasil pekerjaan yang optimal, efektif, dan efisien. 

Kamis, 22 April 2021

TANGISAN PERJUANGAN ANAKKU...

 

 "Ma, Alya lapar ma." Terdengar suara lirih dan merintih diselingi isak tangis yang tertahan.  Nampak seorang gadis kecil bersandar di paha ibunya sambil telapak tangannya mengelus-elus perutnya yang terlihat kempis. 

Sabtu, 30 Januari 2021

MAAFKAN AKU BELUM SEPENUHNYA MEMAHAMI DIRIMU...

 

Tidak bisa dipungkiri, bahwa setiap orang memiliki gaya belajar masing-masing yang bisa berbeda dan mungkin juga bisa sama dengan lainnya.  Sebagai seorang guru, tentu kita bisa mengamati gaya belajar anak-anak didik kita.

Minggu, 22 November 2020

Kukira Diriku Guru...


 

Bismillahirrahmanirrahiim,

Kutuliskan puisi ini sebagai muhasabah diriku sebagai seorang guru.  Semoga Allah maafkan segala kesalahanku selama mengajar dan mendidik.  Dan semoga pula Allah berikan kekuatan dan limpahan RahmatNya selama diriku berjuang untuk terus memperbaiki diri...

Sabtu, 04 Juli 2020

Jadi Guru Itu Berat, Biar Kami Saja....

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,...

Pekerjaan atau profesi apa yang aktivitasnya tidak sibuk-sibuk amat? Sehingga cukup berangkat dari rumah jam enam pagi kemudian jam 2 paling lama jam 3 sore sudah di rumah? Sebagian besar orang kalau diberikan pertanyaan seperti itu pasti jawabnya GURU...
itu dahulu saat jamannya guru omar bakrie. Tapi sekarang...no way..! Anda yang sekarang menjalani profesi sebagai guru ataupun anda yang memiliki pasangan hidup ataupun orang tua yang juga bekerja sebagai guru tentu sudah merasakannya bahwa pernyataan kalau guru itu berangkat kerja jam 6 pagi lalu sudah kembali ke rumah jam 2 sore adalah MITOS SEMATA...😊.apalagi bagi guru-guru swasta yang nota bene sekolahnya bejibun amat dengan kegiatan-kegiatan..😁

GURU diGUgu dan ditiRU..
yach seorang guru memang menjadi panutan bukan hanya bagi para anak didiknya tetapi juga bagi lingkungan kerja dan lingkungan tempat tinggalnya. Apanya yang digugu? semua guru sudah selayaknya mengeluarkan kata-kata atau ucapan-ucapan yang sopan sesuai ajaran agama. Kata-kata yang menyejukkan hati siapapun yang mendengarnya, ataupun kalimat-kalimat yang selalu memotivasi siapapun untuk menjadi lebih baik ke depannya. Karena itulah seorang guru pantas untuk digugu.

Selain perkataan, segala perbuatan ataupun perilaku seorang guru juga menjadi tolok ukur atau barometer akhlak bagi anak-anak didiknya dan juga lingkungan pergaulannya. Karena itulah guru mesti ditiru attitudenya...

Jadi guru itu berat,....
coba deh kalau kamu baca berita-berita yang kurang baik atau negatif, misalnya berita kriminal. Jika pelakunya bukan seorang guru maka beritanya terkesan datar judulnya pun tidak bombastis... tapi..., jika pelakunya seorang guru maka mulai dari judul sampai pemaparan berita, semuanya terkesan sangat menghakimi dan mencoreng citra pendidik...apalagi kalau gurunya sebagai guru agama ya udah kelar dah hidup lo...😃.

Tapi giliran ada suatu peristiwa ataupun kejadian yang positif yang dipelopori oleh seseorang yang berprofesi guru maka pemberitaannya terkesan datar karena bagi khalayak umum sesuatu kebaikan atau perbuatan positif yang dilakukan oleh seorang guru merupakan kewajiban dan keharusan yang sudah semestinya... begitulah cara masyarakat menilai. Padahal guru juga manusia yang terkadang sisi manusiawinya memerlukan penghargaan ataupun apresiasi..

Jadi guru itu berat,...
Pernah ngerasa gak seh kalau label guru yang kamu sandang itu terkadang menjadi bebanmu di lingkungan tempat tinggalmu? Seperti contoh misalkan saat ada kegiatan pertemuan warga, mesti warga yang juga guru selalu ditanyakan pendapatnya sebagai rujukan ataupun pedoman isi pertemuan. So...konsekuensinya mesti datang kalau rapat warga, sekalinya mau ngumpet di rumah atau mau datang belakangan eh keburu dijemput pa RT..😃. Saya sendiri pernah punya pengalaman unik waktu belum lama jadi penghuni perumahan. Ceritanya waktu itu kira-kira pukul 8 malam atau lebih dikitlah ada warga yang tiba-tiba datang ke rumah sambil tergopoh-gopoh... baru selesai saya buka pagar rumah eh warga tersebut langsung ngomong.." Tolong pa..tolong.. ada warga yang kesurupan, bapak khan guru". Lha, saya sempat bingung juga. Kalau diminta tolong untuk menengahi warga yang bertikai memang pernah saya lakukan sebelumnya atau diminta nasehat sekitar pendidikan anak-anak mereka juga sering...nah klo ini diminta tolong untuk menyadarkan orang yang kesurupan...wah belum pernah.. makanya saya tolak dengan halus sambil merekomendasikan seseorang yang lebih patut dalam hal keilmuannya.. mungkin bagi mereka guru adalah sosok yang serba bisa...☺

Jadi guru itu berat,...
Terbukti ya bahwa guru itu sekarang ini tidak bisa dipastikan kepulangannya...(klo berangkatnya mah rada mudah ditebak waktunya)..
Apalagi berbicara masalah kesejahteraan utamanya guru-guru swasta. Sudah menjadi rahasia umum dikalangan pendidik, untuk mendapatkan tambahan insentif atau tunjangan-tunjangan dari pemerintah saja guru mesti jungkir balik mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan.. sepertinya pemerintah kurang ikhlas kalau guru dapat tunjangan-tunjangan.. karena setiap ada peluang untuk mendapatkan insentif dari pemerintah selalu saja dibarengi oleh aturan-aturan yang terkadang menyita waktu dan biaya. Birokrasi dan prosedur yang njlimet... seharusnya pemerintah berpikir bahwa guru adalah garda terdepan dalam upaya mencerdaskan anak-anak bangsa bukan malah dianggap pintu belakang. Makanya sekarang banyak guru-guru yang waktu berangkat dari rumah matahari belum kelihatan alias belum terbit eh... waktu pulang ke rumah mataharinya juga dah gak kelihatan alias sudah tenggelam alias sudah malam.. 😀

Jadi guru itu berat,...
Bayangkan saja, sehari-hari berhadapan dengan makhluk hidup bukan benda mati layaknya komputer atau mesin-mesin. Beda dengan pekerjaan atau profesi yang setiap hari berhadapan dengan komputer atau mesin. SOP mesin atau komputer yang digunakan untuk bekerja selalu sama setiap hari. Ibarat kata sambil tidur juga bisa..😉. Nah kalau guru, yang dihadapi adalah sosok-sosok yang berjiwa yang jangankan setiap hari, setiap saatpun bisa berubah kondisi perangainya. Jadi setiap hari sejatinya seorang guru selalu bertambah ilmunya dalam menangani pekerjaannya. Bagaimana menangani murid A yang hari itu datang ke sekolah dalam keadaan tidak mood, atau menengahi si B, si C, si D yang hari itu bertengkar akibat saling ejek. Atau juga meluangkan waktu untuk berbicara kepada si E yang sedang sedih karena orang tuanya sedang ke luar kota dalam watu yang lama. Semua permasalahan tersebut memerlukan banyak SOP yang sesuai dengan karakter siswanya. Jadi kesimpulannya guru itu memang luaaarrr biasa...


Jadi guru itu berat,...
Kalau anak-anak kita ataupun pasangan kita memiliki prestasi ataupun mendapatkan sesuatu yang membanggakan keluarga, orang lain mengatakan “wajarlah, namanya juga anak guru...” atau “wajarlah, khan suami/istrinya guru.’.. tetapi kalau sedikit saja anak atau pasangan kita melakukan sesuatu hal yang tidak layak meskipun hal itu hal yang kecil dan tidak disengaja tetap saja orang-orang menghakimi dengan perkataan “khan bapaknya guru yach, koq anaknya berbuat begitu seh.’ Sebenarnya perkataan itu merupakan hal yang lumrah atau biasa bila juga disematkan kepada keluarga yang bukan guru, namun itu tidak terjadi. Jarang sekali saya dengar misalnya ada anak yang ayahnya seorang dokter, lalu anak tersebut berprestasi kemudian ada yang mengatakan “wajarlah namanya juga anak dokter.’


Yang paling sedih neh yach... selama tujuh belas tahun mengajar dan mendidik di SD Al Hanief biasanya saat hari pertama sekolah saya selalu menanyakan kepada para murid siapa yang kelak bercita-cita menjadi seorang guru? Tahukah anda jawabannya?... dari 15 atau 30 anak didik yang saya tanya hanya ada 1 atau 2 orang saja yang menginginkan menjadi seorang guru. Bahkan pernah beberapa kali saya tanya, tidak ada satupun anak yang mengangkat tangannya saat ditanya siapa yang kelak bercita-cita menjadi guru? Saya gak tahu apakah hal ini hanya terjadi di sekolah tempat saya mengajar atau di sekolah-sekolah swasta lainnya? Atau juga pada mayoritas anak-anak sekolah di Indonesia? Khan repot kalau begini..... kira-kira apakah anda punya pendapat atau pandangan koq bisa begitu? Kalau begini terus bisa-bisa profesi guru termasuk profesi yang langka di Indonesia. Biasanya yang langka itu bernilai mahal dan dirawat serta dilindungi dengan baik......


Nah untuk mengurangi rasa berat itu, ada beberapa tips neh yang bisa kamu lakukan...:

Kalau berangkat ke sekolah usahain pagi-pagi banget klo perlu abis salam sholat subuh di mesjid langsung ngacir. Soale klo kena macet di jalan kadang suka emosi sendiri, khan berabe klo ngajar sambil emosi..
Masuk kelas dengan senyum, salam, dan sapa. asal jangan senyum-senyum sendirian apalagi senyum sama tembok sekolah.
Klo dah nyampe sekolah tapi hati belom mood buat ngajar ya udah ngopi-ngopi cantik dahulu atau sekedar ngeteh sambil ngemil....
Kalau ada masalah di rumah jangan masuk kelas dahulu, rileks saja di kantor atau di bawah pohon rambutan sekolah...(al hanief ada pohon inspirasi).
Gak usah panik dan gelisah klo sekiranya baju kerja cuman itu-itu aja,... yang penting khan sopan dan rapi

Jangan kebanyakan ngasih PR ke anak didik, ntar repot ngoreksinya. Pun klo ada koreksian biar dikerjakan bareng-bareng saja ama murid-murid...(asal jangan ngoreksi ulangan apalagi kertas PTS/UAS).
Nyantai aja klo ada ortu yang protes tentang pembelajaran anaknya di sekolah.. kadang-kadang orang tua seperti itu karena dia cinta ama gurunya....ehh maksdnya cinta sama sekolah.
Jangan terlalu dipikirkan kalau materi pelajaran tidak berjalan sesuai rencana ataupun buku yang digunakan belum tuntas padahal sudah waktunya, yang penting anak nyaman di kelas atau di sekolah dan perilakunya membaik..... (syarat ke surga khan akhlak yang bagus bukan nilai ulangan atau nilai rapor yang bagus...).
Jadikan atau prioritaskan anak-anak didik agar menjadi orang yang bermanfaat atau yang berattitude baik. Nilai bagus atau anak menjadi cerdas adalah bonus dari Allah SWT....
Uang sertifikasi jangan dihabiskan, simpan buat liburan ....(klo bisa...)
Jangan bawa pekerjaan sekolah ke rumah kalau gak punya niat yang kokoh buat ngerjainnya.... pengalaman soale tuch kerjaan cuman nyangkut di tas doank eh besoknya kebawa lagi....


Nah begitulah kira-kira teman-teman semua... yang mau ngikutin monggo... gak juga gak apa-apa... nyanti aza...

"Setan Gepeng" Menghantui anak-anak kita

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Belakangan tersiar berita yang cukup mengejutkan dan menjadi tema pembicaraan di beberapa tempat termasuk di sekolah, di kantor, ataupun tempat arisan misalnya.... tapi ini bukan berita tentang seseorang yang ditusuk saat mengadakan kunjungan di suatu daerah...😁 soalnya agak ngeri-ngeri sedap klo ngomongin soal begituan di saat ini.